buletinjubi.com-Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sekaligus tokoh yang kerap menyuarakan narasi perlawanan, Sebby Sambom, kembali menuai sorotan publik setelah memberikan pernyataan mengejutkan terkait pemindahan empat anggota National Federated Republic of Papua Barat (NFRPB) ke Lapas di wilayah Makassar. Dalam keterangannya, Sebby menegaskan bahwa ia menyetujui langkah pemindahan tersebut, meski keputusan itu menimbulkan polemik di internal kelompok.
“Saya setuju dengan pemindahan empat anggota NFRPB itu. Langkah ini perlu dilakukan demi kepentingan bersama dan untuk menjaga konsistensi perjuangan,” ungkap Sebby dalam pernyataannya, Jumat (29/8/2025).
Pernyataan itu sontak memantik reaksi keras dari sejumlah anggota NFRPB yang menilai Sebby tidak berpihak pada kelompoknya sendiri. Sejumlah tokoh internal menyebut Sebby lebih sering bersikap kontradiktif, bahkan kerap menyudutkan rekan-rekannya ketika terjadi persoalan.
Salah satu anggota NFRPB Yan Manggaprouw, mengecam keras sikap Sebby Sambom. Ia menilai pernyataan tersebut semakin memperjelas bahwa Sebby tidak lagi berorientasi pada kepentingan kolektif kelompok, melainkan lebih pada kepentingan pribadinya.
“Ketika rekan-rekan menghadapi masalah, Sebby tidak pernah berdiri di barisan depan. Ia malah menyetujui langkah pemindahan yang jelas-jelas merugikan NFRPB. Ini bukti bahwa ia hanya berdiri di atas penderitaan orang lain,” tegasnya.
Kritik serupa juga datang dari beberapa aktivis yang selama ini mengamati dinamika pergerakan kelompok pro-kemerdekaan Papua. Mereka menilai Sebby kerap bersuara lantang di media, namun tidak benar-benar memberikan solusi nyata bagi perjuangan yang diklaimnya.
Kontroversi sikap Sebby Sambom yang menyetujui pemindahan empat anggota NFRPB sekali lagi memperlihatkan adanya perpecahan serius di tubuh kelompok pro-kemerdekaan Papua. Sementara sebagian pihak menilai langkah Sebby sebagai strategi politik, banyak juga yang menudingnya tidak berpihak pada kelompoknya sendiri.