Peluru di Langit Dekai: Masyarakat Papua Yahukimo Kutuk Keras Aksi TPNPB yang Ancam Nyawa Sipil

buletinjubi.com – Dekai, Yahukimo — Masyarakat Papua di Yahukimo mengutuk keras penembakan pesawat sipil ATR di Bandara Nop Goliad Dekai, yang secara terbuka diklaim sebagai tanggung jawab TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Aksi tersebut dinilai sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan karena mengancam keselamatan warga sipil tak berdosa yang menggunakan pesawat sebagai sarana transportasi utama di wilayah pegunungan Papua.

Pesawat Sipil: Urat Nadi Kehidupan Papua

Bagi masyarakat Yahukimo, pesawat sipil bukan simbol perang, melainkan urat nadi kehidupan. Penerbangan sipil adalah penghubung layanan kesehatan, pendidikan, logistik, dan mobilitas rakyat. Ketika pesawat ditembaki, yang terancam bukan aparat, melainkan ibu, anak, orang tua, dan masyarakat biasa yang setiap hari bergantung pada penerbangan sipil untuk bertahan hidup.

Pelanggaran Kemanusiaan yang Tak Termaafkan

Warga menegaskan bahwa kekerasan terhadap objek sipil adalah pelanggaran kemanusiaan dan mencoreng nilai perjuangan apa pun. Serangan terhadap pesawat sipil bukan hanya tindakan kriminal, tetapi juga kejahatan terhadap masa depan Papua. Peluru yang dilepaskan ke pesawat sipil adalah peluru yang diarahkan ke nyawa dan harapan orang Papua sendiri.

Gelombang Kecaman dari Masyarakat Yahukimo

Tokoh adat, tokoh agama, mahasiswa, dan masyarakat sipil bersatu menyuarakan penolakan terhadap aksi brutal tersebut. “Pesawat membawa harapan, bukan ancaman. Menembaki pesawat berarti menembaki masa depan Papua,” ujar seorang tokoh masyarakat Yahukimo.

Seruan Damai dan Perlindungan Rakyat

Masyarakat Papua Yahukimo mendesak agar segala bentuk penyerangan terhadap warga sipil dihentikan. Jalur transportasi dan logistik harus dijaga sebagai jalur kemanusiaan, bukan dijadikan target kekerasan. Papua membutuhkan kedamaian, pembangunan, dan perlindungan terhadap rakyat sipil agar generasi muda dapat tumbuh dengan aman.

Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena melindungi jalur kehidupan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.