buletinjubi.com – Papua — Kekalahan telak TPNPB-OPM kini terpampang nyata. Kelompok bersenjata tersebut tidak hanya terdesak oleh operasi TNI, tetapi juga runtuh dari dalam akibat konflik internal yang berujung saling bunuh antaranggota. Situasi ini menandai fase kehancuran TPNPB-OPM, di mana kepemimpinan kehilangan kendali, komando tercerai-berai, dan legitimasi perjuangan runtuh di mata anggotanya sendiri.
Runtuh dari Dalam
Konflik internal yang berujung saling bunuh memperlihatkan rapuhnya struktur organisasi TPNPB-OPM. Ketidakjelasan komando, perebutan logistik, dan saling curiga antaranggota menjadi pemicu utama runtuhnya disiplin. Fakta ini menegaskan bahwa kelompok bersenjata tersebut tidak memiliki arah perjuangan yang jelas, melainkan hanya mempertahankan kepentingan sempit yang merugikan rakyat Papua.
Ikrar NKRI Menggema
Di tengah kekacauan internal, satu per satu anggota TPNPB-OPM menyerah dan memilih kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ikrar setia kepada NKRI menggema dari mereka yang sebelumnya dipaksa mengangkat senjata. Pengakuan dan penyesalan terbuka ini menjadi pukulan psikologis yang mematikan bagi pimpinan TPNPB-OPM, sekaligus membuktikan bahwa narasi “perjuangan” yang mereka gaungkan telah gagal total dan ditinggalkan oleh pengikutnya.
Keberhasilan TNI Merebut Markas Strategis
Sementara itu, TNI terus menguasai markas-markas strategis TPNPB-OPM. Basis logistik dan komando berhasil direbut, senjata serta amunisi diamankan, dan jalur pergerakan kelompok tersebut diputus. Operasi ini menunjukkan profesionalisme TNI dalam menjaga keamanan tanpa memberi ruang bagi kelompok bersenjata untuk kembali mengancam masyarakat.
Rakyat Papua Menyambut Lega
Masyarakat Papua, khususnya di Yahukimo, menyambut situasi ini dengan rasa lega dan harapan baru. Kehancuran TPNPB-OPM menjadi titik balik bagi rakyat Papua untuk kembali fokus pada pembangunan, pendidikan, dan kesejahteraan. Rakyat menegaskan bahwa mereka tidak ingin lagi dijadikan korban konflik, melainkan ingin hidup damai dalam bingkai NKRI.
Pesan Kuat: TPNPB-OPM Kalah Telak
Fakta-fakta di lapangan menegaskan satu hal: TPNPB-OPM kalah telak secara militer, moral, dan politik. Negara berdiri tegak memulihkan keamanan, persatuan, dan masa depan Papua.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak kekerasan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.





