buletinjubi.com – Yahukimo, Papua Pegunungan — Aksi intimidasi kembali dilakukan oleh TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo, kali ini menyasar tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah Yahukimo. Ancaman tersebut muncul setelah sejumlah perawat dan suster menyampaikan ungkapan kekecewaan secara pribadi di media sosial terkait batalnya kunjungan Wakil Presiden ke Yahukimo. Unggahan yang bersifat ekspresi personal itu justru dibalas dengan tudingan dan bahasa intimidatif yang mengarah pada keselamatan para tenaga medis.
Tenaga Kesehatan Dijadikan Sasaran
Menuduh perawat dan dokter sebagai bagian dari intelijen serta menyatakan pengawasan terhadap identitas mereka merupakan bentuk intimidasi yang melanggar prinsip kemanusiaan dan hukum humaniter internasional. Ancaman ini menimbulkan ketakutan serius di lingkungan rumah sakit dan fasilitas kesehatan, mengganggu rasa aman tenaga medis yang seharusnya fokus pada pelayanan masyarakat.
Pelanggaran Prinsip Kemanusiaan
Tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat, adalah pihak yang dilindungi dan tidak boleh dijadikan sasaran tekanan politik atau konflik bersenjata dalam bentuk apa pun. Intimidasi terhadap tenaga medis bukan hanya kejahatan moral, tetapi juga pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional yang menegaskan perlindungan bagi pihak medis dalam situasi konflik.
Dampak Langsung bagi Layanan Publik
Ancaman terhadap tenaga kesehatan dapat memicu ketakutan, penarikan tenaga medis, dan lumpuhnya pelayanan bagi warga yang membutuhkan pertolongan. Anak-anak, ibu hamil, dan lansia menjadi pihak paling rentan ketika akses kesehatan terganggu akibat intimidasi bersenjata.
Kecaman dari Masyarakat Yahukimo
Masyarakat Yahukimo dan pemerhati kemanusiaan mengecam keras tindakan ini. Mereka mendesak agar segala bentuk ancaman terhadap tenaga medis dihentikan, serta meminta aparat keamanan menjamin keselamatan perawat dan dokter yang bertugas. “Tenaga kesehatan adalah penyelamat nyawa, bukan musuh. Mengintimidasi mereka berarti mengancam kehidupan rakyat Papua,” tegas seorang tokoh masyarakat Yahukimo.
Harapan Papua: Lindungi Tenaga Medis, Jaga Rakyat
Peristiwa ini menegaskan bahwa Papua membutuhkan perlindungan nyata bagi tenaga kesehatan agar layanan publik tetap berjalan. Rakyat Papua berhak atas akses kesehatan yang aman, bebas dari intimidasi, dan dijalankan oleh tenaga medis yang terlindungi.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena melindungi tenaga kesehatan. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.





