Aksi Demonstrasi Ditunggangi Teror: Masyarakat Yahukimo Mengaku Dipaksa Ikut Demonstrasi oleh TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo

buletinjubi.com – Yahukimo, Papua Pegunungan — Aksi yang mengatasnamakan demonstrasi damai masyarakat dan mahasiswa Yahukimo menuju Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo diduga kuat tidak sepenuhnya lahir dari aspirasi murni rakyat. Sejumlah warga menyampaikan bahwa aksi tersebut ditunggangi dan dipaksakan oleh kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo, dengan pola intimidasi yang membuat masyarakat berada dalam posisi tertekan dan takut menolak.

Intimidasi dan Tekanan Psikologis

Menurut keterangan warga di sekitar Kota Dekai, ajakan mengikuti aksi disertai tekanan psikologis dan ancaman terselubung. Beberapa peserta mengaku dimobilisasi atas dasar rasa takut, bukan kesadaran politik. Isu-isu seperti penolakan militer non-organik, DOB, investasi, hingga tudingan penangkapan liar disebut dijadikan alat propaganda untuk menciptakan kesan seolah-olah masyarakat Yahukimo menolak kehadiran negara, padahal banyak warga justru ingin keamanan dan stabilitas.

Warga Dijadikan Tameng Politik

Tokoh masyarakat Yahukimo menegaskan bahwa TPNPB-OPM selama ini kerap menggunakan warga sipil sebagai tameng politik, memaksa masyarakat turun ke jalan demi melindungi kepentingan kelompok bersenjata. “Masyarakat ingin hidup tenang, anak sekolah, berobat, dan bekerja. Tapi selalu diseret ke konflik oleh kelompok yang membawa senjata,” ujar salah satu tokoh adat.

Aspirasi Tulus vs Manipulasi

Warga berharap aparat dan pemerintah dapat membedakan aspirasi rakyat yang tulus dengan aksi yang lahir dari intimidasi. Aspirasi sejati masyarakat Papua adalah hidup aman, damai, dan sejahtera, bukan menjadi korban tekanan dan manipulasi kelompok bersenjata.

Seruan Perlindungan dan Stabilitas

Masyarakat Yahukimo menyerukan agar aparat keamanan dan pemerintah hadir memberikan perlindungan nyata. Stabilitas wilayah harus dijaga agar rakyat dapat kembali fokus pada pendidikan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi. Demonstrasi yang ditunggangi teror hanya memperdalam luka sosial dan menghambat masa depan generasi Papua.

Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak intimidasi. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.