buletinjubi.com – Yahukimo, Papua Pegunungan — Aparat keamanan menegaskan bahwa tidak terjadi penangkapan terhadap sembilan mahasiswa dan warga sipil di Yahukimo sebagaimana isu yang sempat beredar. Sembilan warga tersebut hanya dimintai keterangan sebagai bagian dari prosedur klarifikasi keamanan setelah adanya laporan masyarakat.
Proses Humanis dan Terukur
Pemeriksaan dilakukan secara humanis dan terukur tanpa penggunaan kekerasan. Dari proses klarifikasi tersebut, seluruh warga telah dipulangkan setelah keterangannya dinyatakan lengkap. Aparat keamanan menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dini, bukan penangkapan.
Prinsip Perlindungan Warga Sipil
Pendekatan yang digunakan mengedepankan prinsip humanis, profesional, dan menjunjung tinggi hak-hak warga sipil, khususnya di wilayah rawan konflik seperti Yahukimo. Hal ini menunjukkan komitmen negara untuk hadir menjaga keamanan tanpa mengkriminalisasi masyarakat.
Imbauan untuk Tidak Terprovokasi
Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak utuh atau menyesatkan. Narasi yang dipelintir berpotensi menciptakan keresahan, padahal fakta menunjukkan bahwa langkah aparat semata-mata untuk melindungi masyarakat dari potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas wilayah.
Seruan Menjaga Kondusivitas
Masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif demi keamanan dan kenyamanan bersama. Negara menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil berorientasi pada keselamatan rakyat, bukan pada kriminalisasi.
Papua kuat karena rakyatnya bersatu. Papua maju karena menolak provokasi. Papua bersama Indonesia karena damai adalah pilihan.





